Dosen Sekolah Vokasi UNG Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Botubarani: Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Kawasan Wisata

Dosen Sekolah Vokasi UNG Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Botubarani: Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Kawasan Wisata

Bone Bolango, Gorontalo — Sebanyak sembilan dosen dari Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, pada tanggal (isi tanggal). Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Kawasan Wisata”, sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah pesisir Gorontalo.

Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Wiranto Idris, S.Pd., M.Pd (Dosen Pariwisata) sebagai Ketua Tim, bersama delapan dosen lintas program studi, yaitu Abdul Rahman Ismail, S.Kom., M.Kom dan Zainudin Sidik, S.S.I., M.Kom dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak; Didiet Haryadi Hakim, S.T., M.Si dari Arsitektur Bangunan Gedung; Aswin, S.Si., M.T; Sarinah Pakpahan, S.Si., M.T; dan Siti Fauziah, S.Si., M.Eng dari Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan; serta Andi Desiah Pradilia, S.Pi., M.Si dan Azisah Azzahra Sudirman, S.Pi., M.Si dari Agribisnis Perikanan.

Desa Botubarani dikenal sebagai kawasan wisata bahari yang memiliki potensi besar, termasuk daya tarik wisata Hiu Paus yang telah mendatangkan banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, pertumbuhan kunjungan tersebut tidak terlepas dari tantangan lingkungan, terutama masalah pengelolaan sampah di sekitar kawasan wisata. Menjawab persoalan tersebut, tim PKM Vokasi UNG hadir untuk memberikan solusi edukatif dan berbasis pemberdayaan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan sampah plastik, teknik pemilahan sampah, hingga pengenalan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Para dosen juga memberikan pelatihan, strategi pengolahan sampah organik skala rumah tangga, serta edukasi tentang penguatan perilaku wisata ramah lingkungan kepada masyarakat dan pelaku wisata lokal.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Vokasi UNG untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Apalagi Botubarani merupakan ikon pariwisata pesisir Gorontalo yang harus dijaga kebersihan dan keberlanjutannya,” ujar salah satu dosen pelaksana.

Peserta kegiatan terdiri dari aparatur desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan praktik langsung pengelolaan sampah.

Kepala Desa Botubarani (Hj. Irwan Lakoro, S.Ag., M.Si) menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen UNG. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata Botubarani,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKM ini, tim Sekolah Vokasi UNG berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan secara mandiri. Harapannya, Botubarani dapat menjadi kawasan wisata yang tidak hanya menarik secara alam, tetapi juga bersih, sehat, dan berkelanjutan.