FGD dan Penyelarasan Program Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2026

FGD dan Penyelarasan Program Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2026

Gorontalo, 12 Januari 2026 

Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 4.

Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo Mengadakan rapat koordinasi internal, membahas sejumlah isu strategis terkait penguatan Program Vokasi, kepegawaian, akademik, serta penjaminan mutu internal sebagai bagian dari persiapan kebijakan dan pelaksanaan program tahun 2026. Dalam agenda tersebut, Rapat ini dipimpin oleh Sekertaris Vokasi Ibu Dr. Ir. Stella Junus, ST.,MT Selaku PLH Direktur Vokasi, dan dihadiri oleh Para Koordinator Program Studi, Dosen dan Tendik. Dalam hal ini menekankan pentingnya konsistensi nomenklatur “Program atau Sekolah Vokasi” serta percepatan penyusunan Statuta Vokasi yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. Program Studi Pariwisata juga direncanakan berkembang menjadi Program Sarjana Terapan (D4) dengan pembukaan dua program studi baru, yakni Perhotelan dan Bina Wisata. Namun, keterbatasan jumlah dosen masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi.

Pada aspek kepegawaian, rapat menegaskan bahwa kenaikan pangkat ASN kini dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku melalui sistem SKP dan DUPAK. Hak cuti ASN juga dibahas, dengan penekanan bahwa sistem izin telah digantikan oleh cuti, termasuk cuti harian, dengan hak maksimal 12 hari kerja per tahun. Selain itu, cuti besar tidak berlaku bagi PPPK, namun cuti haji tetap dapat diberikan. Untuk meningkatkan disiplin pegawai, disarankan adanya baliho atau spanduk besar berisi kewajiban, larangan, serta sanksi bagi ASN sebagai bentuk sosialisasi aturan.

Dalam bidang akademik dan operasional, perhatian utama diberikan pada penginputan Tugas Akhir mahasiswa serta rencana perkuliahan Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) hingga pukul 22.00 WITA. Kegiatan lokakarya kurikulum dan penyusunan panduan Tugas Akhir dinilai mendesak dan diharapkan dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan. Pihak institusi juga berkomitmen mengoptimalkan penggunaan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih efektif.

Sementara itu, terkait penjaminan mutu internal, rapat menyampaikan bahwa pada tahun 2025 telah disusun Laporan SPMI dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Harapannya, pada tahun 2026 institusi dapat menyediakan wadah khusus untuk membahas dan memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara lebih terstruktur. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan seluruh kebijakan dan program vokasi dapat berjalan lebih solid, terarah, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di masa mendatang.