Menjaga Estafet Juara: Muhammad Ikhsan Lanjutkan Kiprah Prestasi Sekolah Vokasi UNG di Sulawesi.

Menjaga Estafet Juara: Muhammad Ikhsan Lanjutkan Kiprah Prestasi Sekolah Vokasi UNG di Sulawesi.

Panggung Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) LLDIKTI Wilayah XVI kembali menjadi saksi keunggulan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Tahun ini, giliran Muhammad Ikhsan yang mengukuhkan dominasinya. Mahasiswa program studi D4 Arsitektur Bangunan Gedung ini berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi yang berlangsung di Universitas Sam Ratulangi, Manado, pada 4–6 Mei 2026.

Kemenangan Ikhsan seolah menegaskan bahwa Sekolah Vokasi UNG telah membangun kiprah prestasi yang kuat. Setahun sebelumnya, catatan gemilang serupa ditorehkan oleh Reynard Ezra. Mahasiswa D3 Pariwisata tersebut juga berhasil membawa pulang gelar Juara 1 Kategori Program Diploma pada ajang yang sama di Universitas Tadulako, Palu.

Langkah Ikhsan menuju podium tertinggi tahun ini tidaklah instan. Ia harus melalui penilaian ketat yang menguji konsistensi rekam jejak prestasinya, ketajaman gagasan kreatif, hingga kemampuannya berargumen dalam bahasa Inggris. Dengan skor tertinggi di tangan, Ikhsan kini bersiap melanjutkan perjuangannya ke tingkat Pra-Nasional.

Keberhasilan yang diraih secara berturut-turut ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh jajaran Pimpinan Sekolah Vokasi UNG. Plt. Direktur Sekolah Vokasi UNG, Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, MP, bersama jajaran pimpinan lainnya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Ikhsan.

"Kami sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada Muhammad Ikhsan atas prestasi gemilang ini. Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa vokasi memiliki daya saing yang luar biasa, baik secara ide kreatif maupun kemampuan komunikasi global. Semoga hasil ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain dan membawa kelancaran bagi Ikhsan di tahap pra-nasional nanti," ujar Prof. Yuniarti.

Kini, estafet juara itu ada di tangan Ikhsan. Gelar Juara 1 tingkat wilayah ini menjadi tiket emas baginya untuk melangkah ke tahap seleksi Pra-Nasional. Dari meja gambar arsitektur di Gorontalo, ia membawa harapan besar untuk kembali mengharumkan nama almamater dan bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari seluruh penjuru Nusantara.