Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Literasi dan Karakter Digital untuk Penggunaan Media Sosial yang Bijak

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Literasi dan Karakter Digital untuk Penggunaan Media Sosial yang Bijak

Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi informasi, mengekspresikan diri, hingga membangun jejaring sosial. Hal ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan media sosial secara positif, namun juga menghadirkan tantangan yang signifikan. Di satu sisi, media sosial memberikan berbagai manfaat, seperti memperluas wawasan, mendukung kreativitas, hingga mempermudah kolaborasi. Namun, di sisi lain, dampak negatif seperti penyebaran hoakscyberbullying, konten negatif, hingga kecanduan digital menjadi ancaman nyata. Jika tidak dikelola dengan bijak, media sosial dapat menjadi alat yang merusak, baik bagi individu maupun masyarakat.

Pengaruh dari konten yang ada adalah Konten viral di platform seperti TikTok atau YouTube mungkin memberikan pengaruh negatif jika siswa tidak memiliki filter yang baik terhadap informasi yang mereka konsumsi. Mereka mungkin kurang memahami dampak jangka panjang dari aktivitas online mereka. Siswa kemungkinan memahami cara menggunakan media sosial secara teknis, namun belum tentu memahami aspek etika, privasi, dan keamanan. Dalam konteks pembangunan karakter digital, keterampilan untuk menggunakan media sosial secara cerdas dan bijak menjadi sangat penting. Karakter digital mencakup sikap, nilai, dan perilaku yang mencerminkan tanggung jawab, integritas, serta etika dalam berinteraksi di dunia digital. Melalui pendekatan ini, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang beretika, kritis, dan produktif.

Artikel penelitian ini telah dipublikasikan melalui laman jurnal https://jurnalvokasi.ung.ac.id/jat/index.php/jat/article/view/87