
Prodi Arsitektur Bangunan Gedung Gelar Workshop Kemitraan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Kompetensi Lulusan Dengan Melibatkan Stakeholder Bidang Kearsitekturan dan Konstruksi
Dalam rangka peningkatan kompetensi dosen dan membangun kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), prodi D4 Arsitektur Bangunan Gedung (ABG), Program Vokasi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengadakan workshop Kemitraan Integrasi Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) dalam Kurikuoum Berbasis OBE. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Agustus 2024 di Kafe Roemah Marly kota Gorontalo.
Kegiatan ini adalah satu dari rangkaian kegiatan prodi ABG yang didukung oleh Program Hibah Competitive Fund yang bertujuan meningkatkan kesiapbekerjaan lulusan pendidikan vokasi melalui penguatan kapasitas Teaching Factory menuju Pendidikan Tinggi Vokasi yang Unggul. Workshop ini dihadiri oleh ibu Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd, dan bapak Dr. Masrid Pikoli, S.Pd., M.Pd. dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran UNG yang menjadi narasumber dan pendamping para dosen ABG dalam menyusun Rencana Pembelaran Semester (RPS) di prodi ABG. Dari asosiasi profesi, hadir pula bapak Ar. Yohanes P. Erick A., S.T., M.Sc. IAI dari Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Gorontalo yang menjadi narasumber dan memaparkan kompetensi Arsitek yang dibutuhkan di dunia Industri, serta bapak Ir. Achmad Bagulu, S.T., selaku ketua Persatuan Insinyur Indonesia Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini mengundang peserta stakeholder instansi pemerintah seperti BAPPEDA, PUPR, BUMN, serta perusahaan swasta yang mewakili dunia usaha dan industri
Workshop terbagi atas 2 sesi, dimana sesi pagi merupakan pemaparan dari Prof Elya terkait kurikulum OBE dan pak Yohanes Erick terkait kompetensi Arsitek yang dibutuhkan di lapangan khususnya di Provinsi Gorontalo. Di sesi siang merupakan diskusi bersama pak Dr. Masrid terkait penyusunan RPS, dan penjaringan aspirasi dari DUDI yang menjadi masukan dalam penyusunan materi atau bahan ajar di prodi ABG. DUDI menyampaikan tantangan di dunia kerja seperti kompetensi dalam menggunakan teknologi Artificial Intelligence, Augmented Reality, dan Virtual Reality. Kemampuan dalam mengoptimisasi dana Rencana Anggaran Biaya agar dapat sesuai dengan spesifikasi bangunan yang dibutuhkan. Kemampuan Arsitek tak hanya dalam merancang bangunan yang sesuai Peraturan Bangunan Gedung (PBG), tapi juga menilai bangunan yang terbangun untuk menghasilkan Sertifikat Laik Fungsi. Kompetensi lulusan yang memiliki inisiatif dalam menyelesaikan masalah. Serta kemampuan dalam pemasaran produk atau personal branding.
Masukkan-masukkan dari DUDI sangat bermanfaat bagi tenaga pendidik di ABG untuk menyusun RPS yang sesuai dengan kebutuhan pasar.