Studi Pendataan dan Identifikasi Kekumuhan di Kelurahan Bugis: Upaya Menuju Permukiman Layak Huni

Studi Pendataan dan Identifikasi Kekumuhan di Kelurahan Bugis: Upaya Menuju Permukiman Layak Huni

Kolaborasi Universitas Negeri Gorontalo dengan Universitas Bina Taruna Gorontalo melibatkan mahasiswa Program Studi Arsitektur Bangunan Gedung dan mahasiswa Administrasi Publik pada kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan judul “Studi Pendataan dan Identifikasi Kekumuhan di Kelurahan Bugis dalam Rangka Pengembangan Permukiman Layak Huni”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 25 Februari 2025, di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan identifikasi kondisi kekumuhan yang ada di wilayah Kelurahan Bugis sebagai dasar dalam perencanaan perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Melalui kegiatan ini, diharapkan memperoleh data yang akurat mengenai tingkat kekumuhan yang ada di Kelurahan Bugis, pengambilan sample pada RT 2 RW 3 dan RT 2 RW 4.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Bugis, dimulai dengan pembukaan oleh Lurah Bugis (Tathy Irmawati, SE.), Dosen Pembimbing dari Universitas Negeri Gorontalo (Ir. Mohammad Imran, ST., M.Ars. dan Farid, M.Kom.) dan Dosen Pembimbing dari Universitas Bina Taruna Gorontalo (Dr. Lisda Van Gobel, M.PA.) Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 5 orang mahasiswa dari UNG, 6 orang dari mahasiswa UNBiTa, Ketua RT 2 RW 3, Ketua RT 2 RW 4 dan aparat kelurahan lainnya. Dalam sambutannya, Lurah Bugis menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap hasil pendataan dapat membantu pemerintah dalam merancang program perbaikan lingkungan.

Dosen pembimbing dari UNG, Ir. Mohammad Imran, ST., M.Ars. dalam pemaparannya menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi lapangan, wawancara dengan warga, serta pemetaan spasial kondisi permukiman. Mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk melakukan survei di berbagai titik yang telah ditentukan.

Setelah sesi pembukaan, mahasiswa dan tim dosen turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran, wawancara, serta dokumentasi kondisi eksisting. Beberapa aspek yang diamati antara lain:

          1. Kualitas jalan dan drainase

          2. Kondisi bangunan dan material yang digunakan

          3. Akses terhadap air bersih dan sanitasi

          4. Tata guna lahan dan kepadatan bangunan

Dari hasil pendataan sementara, ditemukan beberapa titik dengan tingkat kekumuhan tinggi akibat buruknya sistem drainase dan kondisi bangunan yang tidak memenuhi standar kelayakan.

Harapan dan tindak lanjut dari kegiatan ini, "diharapkan dapat diperoleh data yang dapat digunakan sebagai rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan berbasis lingkungan yang lebih baik" ujar Dr. Lisda Van Gobel, M.PA. Selain itu, menurut Farid, M.Kom., mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan kajian lapangan dan memahami tantangan perencanaan permukiman di kawasan kumuh perkotaan. Selain itu, “Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu arsitektur dalam konteks nyata", ujar Ir. Mohammad Imran, ST., M.Ars.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kelurahan Bugis dapat menjadi fokus perhatian dalam perbaikan infrastruktur permukiman sehingga masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih layak huni dan berkelanjutan" ungkap Lurah Bugis.